openhouse hizbut tahrir Pada bulan ini diselenggrakan jam 15.30 di selasar kahar muzakir…dengan suasana minggu sore yang indah dan sejuk. Saya berangkat agak sedikit terlambat 15 menit, tapi ternyata alhamdulillah openhouse belum dimulai, itu berarti saya tidak akan mendapatkan informasi sepotong-sepotong… Ketika saya memberhentikan motor disana, dihadapan saya, baru juga tiba sesosok wanita berjilbab pink dan kerudung pink juga sepertinya (maaf, agak lupa) bermata biru, berwajah oriental, kulit putih, dan bermata sipit. Sahabat bisa menebak dari manakah akhwat itu? Akhirnya saya juga dikenalkan oleh teman saya dengan akhwat berwajah oriental itu…ternyata namanya chiko dari jepang… Saya agak gugup juga memperkenalkan diri saya, maklum lah jarang berkenalan dengan orang luar negeri (hehehe). Kami bersama menuju selasar, untuk besama – sama mengikuti kajian. Dan kami pun duduk bersebelahan. Dan kajian pun akhirnya dimulai…seperti biasa format kajian openhouse hizbut tahrir tidak membahas tema khusus, tapi membahas pertanyaan2 yang ditanyakan para peserta kajian yang insyaAllah akan dijawab dengan prespektif islam… Setelah diberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, saya pun akhirnya bertanya. Saya bertanya bagaimana supaya kita dapat konsisten (istiqamah) dengan pemikiran - pemikiran Islam di tengah – tengah situasi yang tidak kondusif seperti sekarang ini? Alhamdulillah ustadzah nya meluruskan dari pertanyaan saya,mungkin yang dimaksud adalah menjaga pola pikir islam yang telah ada pada diri kita, karena pengertiannya berbeda antara pemikiran islam dan pola pikir islam. Jawabannya adalah Dimulai dari kita harus mengetahui terlebih dahulu fakta pemikiran – pemikiran yang ada pada saat sekarang ini seperti apa bahwa pada sekarang ini banyak sekali, seperti pemahaman liberal, sekuler, pemahaman yang sepertinya berasal dari islam tapi ternyata setelah ditelusuri bukan berasal dari islam. Selain kita harus mengetahui fakta macam – macam pemikiran pada saat ini, kita juga harus bisa membedakan apa itu pemikiran islam dan pola pokir islam, seperti kata ustadzah nya pada saat meluruskan pertanyaan saya, bahwa beda pengertiannya antara pemikiran islam dan pola pikir islam. Pemikiran islam adalah sekumpulan ide – ide yang berasal dari Islam, seperiti fiqih, politik islam, ekonomi islam, mu’amallah, waris, dan masih banyak lagi. sedangkan pola pokir islam adalah cara / pola yang digunakan oleh seseorang ketika hendak memutuskan suatu perkara atau masalah dalam hidupnya atau ketika seseorang berhadapan dengan keadaan tertentu dengan menstandarkan kepada aqidah Islam. Jika tidak seperti itu, maka pola pikirnya adalah selain Islam. Bisa jadi hawa nafsu, azaz manfaat, dsb… Hmmm….masyaAllah saya jadi merenung, ketika kemarin2 yang merasa kehilangan arah, jangan – jangan saya sedang menggunakan pola Islam dalam berfikir. Trus apa? Hawa nafsu?? Atau Manfaat?? Atau dua – dua nya? Waah Bahaya besar ini..!! teteh dan sahabat sekalian, teruslah waspada!! Terus bagaimana dong supaya pola fikir kita islami?? Gini sahabatku, bercerita tentang pola fikir, aktivitas apa sih yang akan kita pola kan?? Aktivitas berfikir kan. Dalam melakukan aktivitas berfikir, kita harus tahu dulu tentang komponen2 yang harus ada dalam berfikir, apa aja?? Yaitu yang pertama adalah fakta. Ini wajib ada! Kenapa? Ya iyalah, secara! Apa yang mau difikirin kalo ga ada objek faktanya! Misalnya fakta kenaikan Harga BBM. Kita cari tahu fakta sebanyak – banyak nya dan sevalid2 nya tentang kenaikan BBM. Setelah kita tahu faktanya, trus bagaimana?? Bagaimana pendapat kita tentang kenaikan BBM?? Dan dari jawaban kita ini yang nantinya pola pikir kita islami atau nggak. Dan jawaban ini juga berkaitan erat dengan komponen yang kedua, yaitu informasi2 yang ada dalam otak kita kalau dalam bahasa arab nya ma’lumat tsabiqoh (informasi2 yang sudah ada dalamotak kita). Kok bisa?? Karena pada saat seeorang itu sedang memikirkan sesuatu, misalnya kenaikan BBM, maka pada saat itu sebenarnya dia sedang mengkaitkan kenaikan harga BBM dengan informasi2 yang ada di dalam otaknya. Jika informasi yang ada dalam otaknya, misalnya hanya “uang ku sangat banyak, maka hasil produk pemikirannya adalah “waaah, nggak masalah harga BBM naik, kan uangku banyak”. Atau misalnya informasi yang ada dalam otaknya hanya harga minyak dunia mengalami naik, tanpa dia tahu informasi lebih banyak lagi bahwa ada konspirasi2 dibalik itu, trus rakyat miskin akan semakin miskin dengan kenaikan harga BBM, maka bisa kita tebak produk pemikirannya, “wajar kok, pemerintah menaikan harga BBM, supaya APBN kita tidak membengkak”. Yang paling celakanya lagi adalah sahabatku, jika dalam otak nya itu tidak ada informasi mengenai bagaiamana sih Islam memsahabatng kenaikan harga BBM???apa sih hukumnya??berdosa nggak ya pemerintah??dzalim nggak ya??. Itulah entry point nya, ketika itu nggak ada dalam benak seseorang,maka bisa dikatakan sesorang itu tidak menggunakan Islam sebagai cara nya ketika berfikir. Oleh karena itu, ketika kita ingin menjadikan pola fikir kita islam, maka harus memperbanyak informasi2 mengenai Islam dalam segala hal. Dan komponen yang ketiga adalah otak yang sehat, ya iyalah lagi, bagaimana mau berfikir kalau alat nya nggak ada.makanya sahabatku, rawatlah otak sahabat, dengan memakan makanan yang menyehatkan dan jangan lupa susu dan buah2 an..(hehe kayak yang suka minum susu aja, ini juga sekalian mengingatkan diri sendiri). Dan satunya lagi adalah panca indera, fungsinya untuk menangkap fakta yang akan dijadikan objek berfikir. Gimana?? pusing??? Alhamdulillah kalau pusing berarti sahabat sedang melakukan proses berfikir, kalau nggak pusing, berarti sahabat cerdas (positive kan dua-duanya?^_^) Udah tau kan sekarang bagaimana supaya kita mempunyai pola fikir Islami, (sudahh….) Alhamdulillah… Nah, terkait sama pertanyaan saya diawal, terus bagaimana menjaga pola pikir yang sudah islami supaya tetap konsisten?? Yang pertama adalah senantiasa menjaga ketaatan kepada Alah, yang kedua adalah senantiasa mengkaji Islam, ketiga sering berdiskusi, menjaga lingkungan pergaulan dengan orang – orang yang sholeh, tapi bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang2 yang notabane nya tidak menggunakan Islam sebagai stsandar hidupnya, justru kita harus menyampaikan Islam kepada mereka, yang harus adalah bahwa seringnya sehari – hari kita berada dalam lingkungan yang sholeh. Setelah pertanyaan saya terjawab, sekarang masuk pada pertanyaan yang kedua, kembali ustadzah mempersilakan kepada yang hadir untuk bertanya. Tapi tidak ada yang bertanya, mungkin sudah pada faham semua kali ya dan tidak ada masalah..(mudah2an..insyaAllah). hingga akhirnya ustadzah menawarkan kepada si akhwat jepang itu jikalau dia mau bertanya. Dan akhirnya beliau pun tersipu – sipu malu khas jepang..(emang tersipu2 malu khas indonesia kayak gimana ya..;)) ). “saya boleh bertanya gitu?” dengan bahasa indonesia yang masih terbata – bata. Ustadzah mengatakan “ya tentu boleh, jika saya bisa menjawab sekarang, insyaAllah saya jawab sesuai dengan kemampuan saya, tapi jika tidak, insyaAllah menjadi PR, atau mungkin teman2 disini bisa menjawab. Sebentar, saya coba mengingat2 dulu apa yang beliau sampaikan….. Oya, sebelum membahas pertanyaannya, perlu sahabat ketahui, bahwa si akhwat jepang itu adalah mu’allaf, beliau sedang studi di UGM fak.pertanian dan akhirnya beliau masuk Islam, dna ingin mengkaji Islam, dan oleh temennya di kenalkan pada temen saya, dan beliau sangat tertarik dengan baju yang dikenakan oleh teman saya, yaitu pakaian yang menjadi kewajiban ketika hendak keluar rumah, yaitu Jilbab (Q.S Al-Ahzab : 59), dan oleh teman saya dihantarkanlah ke salah satu toko yang menyediakan jilbab, kata informasi yang saya dengan sih, beliau memborong jilbab2 yang ada disana. Subhanallah ya…orang yang baru masuk Islam sangat bersemangat sekali dalam menjalankan perintah Allah, tapi wanita muslim yang sudah Allah karuniakan Islam dari sejak lahir enggan untuk menutup auratnya dengan sempurna, dengan alasan ingin membenahi hati dulu lah, pelan –pelan lah (mau pelan2 sampai kapan bu…??emang ibu tau mau meninggal kapan??emh emh…), aduh gerah pake pakaian kaya gitu, atau boro – boro pake pakaian jilbab, pake kerudung juga nggak…masyaAllah…na’udzubillahimindzalik…mari kita do’akan sahabat2 kita yang masih belum mengindahkan perintah Allah ini supaya tergerak untuk menyegerakan perintah Allah, karena sesungguhnya siksa Allah begitu berat ketika kita tidak menjalankannya. Itulah sekilas info tentang background si akhwat jepang. Kembali ke pertanyaan si akhwat jepang. Beliau berkata “Syaya baru tahu, kalau kita ingin masyuk syurga maka kita harus beragama Islam, harus sholat, berpakaian seperti ini (memakai jilbab dan khimar/kerudung), jika nggak maka akan masyuk neraka, terusy bagaimana dengan orang – orang jepang yang tidak tahu tentang Islam, karena orang – orang jepang banyak yang tidak tahu tentang agama Islam, apakah mereka akan masyuk neraka?” kalau iya, kasyian syekali mereka. Pertanyaan yang sederhana, tapi subhanallah bagi saya pertanyaan nya sangat mendalam.. Ustadzah agak kebingungan juga menjawab nya, tapi bukan kebingungan karna tidak tahu jawbannya kali, tapi kebingungan dlm menyampaikan, hrs milih kata2 yang beliau fahami, dan dengan informasi2 tentang Islam yang baru dia dapatkan (masih ingat kan dengann komponen berfikir???) ketika masih sedikit informasi2 islam dalam otaknya, maka itu lah yang akan menjadi informasi pertama yang akan dia simpan..jadi harus pelan2 menyampaikannya. Ustadzah menyampaikan kurang lebih seperti ini: ” Di jepang sana, ada tokoh Islam yang bernama hasan konakata. Kata beliau, di jepang orang sangat tidak tertarik berbicara tentang agama, jadi kalau berbicara soal agama dengan orang jepang, sama saja seperti berbicara dengan batu. Jadi sebetulnya sudah ada informasi mengenai Islam, akan tetapi sebetulnya mau nggak orang2 jepang itu memikirkan Tuhan, dari mana dia berasal, mau kemana setelah kehidupan di dunia.apalagi di zaman internet seperti sekarang ini, segala informasi mudah sekali untuk didapatkan.” Trus si akhwat jepang itu belum puas dgn jawabannya, terus bagaimana dengan orang2 timor – timur, yang hidup di perdalaman, dll. Apakah mereka tetap akan masuk neraka? Trus beliau juga mengungkapkan bahwa “ketika di jepang, saya juga punya teman seorang muslim, memakai pakaian seperti ini, dia sering bangun di pagi hari melakukan gerakan2 yang tidak saya ketahui saat itu, tapi dia tidak memberi tahukan kepada syaya bahwa beliau itu sholat, saya hanya terheran2 syaja saat itu kenapa dia melakukan gerakan2 seperti itu, kenapa dia memakai pakaian yang tertutup dan berkerudung. Dia juga tidak memberitahukan kepada saya bahwa ketika seseorang tidak masyuk Islam, dia tidak akan masuk syurga. Padahal menurut saya, ketika dia tahu itu harusnya dia memberitahukan orang2, harus masyuk kepada agama Islam, harus Sholat, dsb, tidak untuk dirinya sendiri,kalau begitu menurut syaya dia ingin masyuk syurga syendirian kan..” kasyian syekali orang2 jepang..kalau saja saya tidak belajar di Indonesia mungkin syaja juga tidak akan mengenal Islam dan akan masyuk neraka…, Beliau juga berkata, banyak syekali teman2 saya juga yang ada di amerika, eropa, di mana2 yang tidak mengenal Islam, dan orang2 Islam tidak memberitahukan pada kami, tidak memperkenalkan Islam. Kasyian kan?? Menurut syaya, harusnya orang2 Islam memberik tahu tentang Islam kepada kami.”beliau mengulangi kalimat nya lagi..dan itu sangat menusuk sekali buat saya. Memang, kadang kita selalu mendahului Allah, saat kita akan menyampaikan Islam pada orang lain, kadang sering sekali ada perasaan takut, takut orang lain tidak menerima, malu, tidak PD, dsb…padahal masyaAllah, menyampaikan Islam adalah perintah Allah..yang sering kita dengar dengan kata DAKWAH, AMAR MAkRUF NAHIY MUNKAR. Bagaimana dengan nanti, ketika lebih dari 1000 orang akan menuntut hal yang serupa seperti saudari kita dari jepang tadi kepada kita yang sudah mendapatkan informasi Islam terlebih dulu…apa yang akan kita jawab di hadapan Allah kelak… Subhanallah, tidak ada aktivitas yang tidak ada hikmah nya, pertanyaan si akhwat jepang itu cukup membuat hati saya tersentak, dan juga sepatutnya sahabat sekalian yang membaca blog ini… Rasanya – rasanya saya dan tentunya sahabat seperti diingatkan kembali pada Firman Allah dalam Q.S Ali Imron 104 :“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung” dan tentunya masih banyak lagi ayat2 Allah yang menyuruh kita untuk menyamapaikan Islam, menyeru kepada Islam yang tentunya dalam Islam itu ada kebajikan yang sempurna. Dan tentunya dalam mendakwahkan Islam, kita tidak bisa sendiri, perlu ada jama’ah sehingga dakwah Islam semakin kuat, dan selain jama’ah, Islam memerlukan sesuatu yang lebih kuat lagi untuk mendakwah kannya ke penjuru dunia, yaitu sebuah negara Islam yang akan mempimpin kaum muslimin di seluruh dunia, menyatukan negeri2 muslim dan bersama – sama menyebarluaskan Islam kepada penjuru dunia, sehingga tidak terlewat 1 kota pun oleh Islam,sehingga tidak ada lagi chiko – chiko yang lain yang harus mengenal Islam di Indonesia…tidak ada cara lain selain seluruh negeri muslim bersatu dalam satu naungan yaitu Khilafah Rosyidah seperti yang telah dijanjikan. Itulah satu-satu nya cara (thariqoh) dalam mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia seperti yang telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad SAW dan para khalifah sesudahnya. Islam adalah rahmat seluruh Alam. “Padahal Al-Quran itu tidak lain adalah peringatan untuk seluruh alam” (Q.S Al-Qalam :52) Wallahu’alam bishowab Berakhir pada jam 20.58 WIB, @hanifah kost |  | kalau ada yang mau minjam, boleh kok ;))
|
Ditulis pada tanggal 15 jun 2008 “21.04 WIB” Sudah lama rasanya tidak menulis di bagian coretan halaqah, kemana aja ya selama ini, padahal halaqah setiap minggu…terus waspada ya teh...! Tidak terasa, halaqah kami sudah sampai bab Akhlaq. Wow, bab yang cukup menarik dan sepertinya tema ini juga yang lebih diminati oleh umat muslim pada umumnya dari pada bab kemarin yang telah saya lalui Undang – Undang dan UUD atau bhs arab nya dustur wa qonun…mungki pembahasannya terlalu berat kali ya…tapi bisa dijadikan salah satu indikator bahwa ternyata benar, taraf berfikir umat pada saat ini merosot pisan euy. Sahabat, Bercerita tentang akhlaq, saya ingin tau terlebih dulu apa sih menurut sahabat akhlaq itu?? Jawab dulu ya..sebelum baca kelanjutannya…(^_^) Akhlaq biasanya diidentikan dengan perbuatan yang sifatnya baik atau buruk. Misalnya, ketika jujur dan sabar maka dikatakan akhlaq nya baik, membunuh adalah akhlaq yg buruk. Itu kah pendapat sahabat?? Misalnya saja, ketika berperang dan tertangkap oleh musuh (kafir) dan diminta untuk memberitahukan rahasia, apakah jujur menjadi akhlaq majmumah??tentu tidak bisa kan? Akhlaq memang sifat perbuatan. Tapi persoalan sifat tersebut tidak sesederhana itu, sebab sifat perbuatan baik dan buruk tersebut tidak muncul dari perbuatan itu sendiri. Misalnya duduk, bagaimana sifat perbuatan itu? baik atau buruk? Tentunya kita tidak bisa menilainya baik atau buruk berdasarkan aktivitas duduk nya saja, perlu ada standar lain untuk menilainya yaitu tujuan perbuatan dan standar dan balasan perbuatan (pahala atau dosa) yang tercakup dalam syari’at Islam., Oleh karena itu sahabat, yang namanya akhlaq bukan satu ilmu yang berdiri sendiri, karena akhlaq itu sendiri ada, ketika kita melakukan sebuah aktivitas. Misalnya ketika kita berdakwah, akhlaq nya seperti apa? Ya bersabar…lemah lembut... “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Q.S Ali-Imran 159). Dan jika di definisikan akhlaq adalah sifat-sifat yang Allah perintahkan kepada kaum muslimin ketika beraktivitas. Seperti khusyuk pada saat sholat, jujur pada saat berdagang, jujur pada saat ujian, tidak nyontek, tidak jujur ketika diminta untuk membongkar rahasia pada musuh (orangkafir yang mememrangi Islam ), dll. Sehingga akhlaq itu sendiri adalah bagian dari syari’at Islam yang wajib dilaksanakan ketika diperintahkan, dan wajib ditinggalkan ketika dilarang. Dan jika kita ingin berakhlaq baik, maka kita harus memperbaiki akidah kita, dan menambah pemahaman2 syariat Islam yang terkait dengan segala aktivitas yang kita lakukan. Karena akhlaq itu sendiri adalah cerminan/produk dari pemahaman2 yang ada dalam dirinya. Seorang pengemban dakwah harus memahami akhlaq dalam setiap aktivitasnya, kadang suka dengar clotehan “katanya aktivitis, tapi akhlaqnya buruk” , padahal akhlaq adalah sifat2 yang harus ada pada diri kaum musllimin ketika melakukan aktivitas, dan saya ulangi lagi adalah bagian dari perintah Allah. Dan pembahasan akhlaq tidak berhenti sampai disini. Ada pembahasan yang tidak kalah pentingnya yang perlu sahabat ketahui. Dan ini justru tidak semua kaum muslimin ketahui, padahal ini adalah penting untuk menuju proses kebangkitan umat saat ini. Mau tau?? Tunggu di coretan halaqah berikutnya! Wallahu’alam bishowab Berakhir pada jam 22.30 WIB, @hanifah Isteri adalah sahabat suami
Persahabatan merupakan salah satu penampakan naluri manusia. Kepada sahabatnya seseorang merasa sederajat. satu dan yang lainnya tidak merasa lebih tinggi. Seorang akan merasa nyaman hidupnya dengan kehadiran sahabat disisinya. mereka mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang terpercaya tanpa pamrih. Mereka dapat saling berkeluh kesah dan berbagi rasa. baik suka ataupun duka. Seorang sahabat tidak akan merasa berat mengorbankan waktu untuk mendengarkan sahabatnya. Seorang akan merasa dihargai dengan kepercayaan sahabtnya. MEreka saling menerima apa adanya kekurangan dan kelebihan sahabatnya. Mereka berupaya agar sahabtnya selalu mendapatkan Ridlo Allah SWT. Jika ada persoalan antara mereka akan diselesaikan dengan musyawarah. Tentu musyawarah dengan komunikasi yang hangat, penuh ungkapan kasih. hubungan antara suami isteri lebih dari pada persahabatn dua orang manusia. Suami telah menjasi sayap bagi isterinya. Isterinya telah menjadi sayap bagi sebelahnya lagi. Suami isteri benar - benar menyatu seperti menyatunya warna kuning dan biru menjadi warna hijau. Selera suami terhadap makanan, pakaian, kendaraan, perabot rumah dan sarana hidup lainnya semasa masih bujang akan berubah ketika sudah menikah, demikian pula dengan isteri tidak semuanya seleranya terhadap kehidupan dapat dipaksakan ketika sudah hidup bersama suaminya. Kepemimpinan suami bukan pengistimewaan komando dan fasilitias. Pelayanan isteri kepada suami bukanlah penghambaan dan penghinaan. keduanya hidup sebagai sahabat. Saling menyayangi, mengasihi, membutuhkan, memberi dan menerima sebatas apa yabn telah ditetapkan Allah atas keduanya. Saling memberikan hadiah dan ungkapan kasih sayang merupakan anjuran Islam. Pelukan dan ciuman mesra diantara keduanya akan semakin mendekatkan hati. suami dan isteri bahu membahu dan berjuang bersama untuk dapat bergandengan tangan masuk ke dalam surga. Jika suami melakukan kesalahan atau kelalaian maka denga penuh rasa hormat dan cinta isteri akan menginngatkannya. Dengan nama Allah isteri tidak akan rela suaminya melakukan dosa hingga mendapat murka-Nya. Isteri harus mampu menundukan suaminya sebagai pemimpinnya. Dia menghargai suaminya selayaknya sebagai pemimpinnya. Dia menghargai dirinya suaminya selayaknya sebagai pemimpin. Dengan menaati dan mengikuti setiap kebijakannya disertai kasih sayang. Jika isteri melakukan kesalahan maka dengan lembut dan penuhkasih sayang seorng suami akan membimbing dan mengarahkannya. Suami tidak serta merta marah, menghujat, mencela, memojokkan, menghina apalagi memberi sangsi
sumber : buku Bangunan keluarga dambaan (panduan membangun keluarga) karangan Ridha salamah dan Abu zaid saya dapat kabar kalo kajian usul fiqh ust.siddiq yg di jl. paris minggu ini di ganti jadi hari selasa, karena beliau sedang ada tugas Dakwah ke keluar kota.. dan kemarin selasa berangkat kesana yang kebetulan sedang ujan derass bgt..walhasil baju saya dan teman saya basah kuyup..dan ternyata...setelah menunggu hampir setengah jam lebih..kok pintu rumah ustadznya tidak terbuka, dan jama'ah ta'lim yang biasanya terlihat banyak juga nggak ada, yang datang kemarin hanya beberapa motor aja...dan setelah konfirmasi langsung sama ustadz nya lewat sms, ternyata kajiannya ditiadakan untuk minggu ini.hiks..hiks..dan katanya sdh diumumkan lewat ustadz2 siapa gitu dan isterinya ternyata kami ketinggalan informasi. tapi it's oke...insyaAllah..tidak ada yg sia2 di mata Allah..klo diniatkan hanya utk mencari Ridlo Allah..
kemudian akhirnya saya dan yelis (temen yg ikut bersama saya) meninggalkan tempat kajian..dan sambil diperjalanan kami mampir dulu ke toko plastik..buat beli rak plastik..dan kami pun beli 2 buah rak, yang ukurannya lumayan besar..dan rak yang satu saya simpan di depan saya, satunya lagi di pegang temen saya
kemudian kami sampai di lampu merah Mirota,kami kecebak lampu merah dan lumayan macet juga... setelah menunggu lama akhirnya lampu merah berganti menjadi lampu hijau...dan pas dah siap2 mo narik gas..baru aja setengah nya saya tarik, tiba2.... dragkkk!!! bagian depan motor saya nabrak motor yg ada di depan saya..krn motor yg di depan saya rem2 ndadak..tapi Alhamdulillah... tidak membuat saya jatuh..dan saya lanjutkan lagi perjalanan saya sambil rodo menggurutu ke temen yg saya bonceng di belakang "kaget ya?..itu sih orang di depan nya rem nya ngedadak..., Alhamdulillah tapi gpp ya..." tapi temen saya ngga komentar apa2...trus pas sampe lampu merah yg deket ATM mandiri, kena lagi deh sama lampu merah..terus sambil nungguin lampu merah, saya tanya temen yg saya bonceng "jadi makan dulu ngga lis, tadi katanya lapar bgt... ", "lis...lis..". Dalam hati saya bilang "nie anak dari tadi ditanya kok diem terus..." sekali lagi saya tanya krn mungkin ngga kedengeran..."lis..lis.." terus sambil saya liat ke belakang.."lis..mau mak....." belum kalimatnya berakhir saya kaget setengah mati..."Masya Allah....lis...kok kamu ngga ada....?????" Masya Allah..ya Allah..ternyata temen yg saya bonceng ngga ada!!! jantung saya berdegap kencang, dalam fikiran saya terbayang macam2...kebetulan di deket lampu merah itu ada warung makan tasikmalaya yang sudah saya kenal sebelumnya, sambil gemetaran saya bilang ke salah satu pegawainya, nama nya holiq "liq..liq..nitip barang teteh bentar (rak yang saya beli dgn temen saya), tth tadi tu bonceng temen..tapi2 tiba2 ilang..." tanpa denger komentarnya saya langsung membalikan motor saya menuju jalan yg tadi saya lalui, sambil liat2 ke trotoar..siapa tahu tmn saya ada disana..sambil di motor saya bicara sendiri "lis..ya amppunnn kamu dmn..". Saya berfikir mungkin dia kaget bgt pas saya menabrak motor di depan saya, terus akhirnya dia pingsan dan jatuh dari motor...ato gimana...?? saya panik bgt, ngejalanin motor pun saya ngga konsen..akhirnya saya sampai di depan mirota..dan dari kejauhan ada cewek kecil2 yg pake kerudung putih melambai2kan tangannya.."teteh..teteh...". itu dia orang nya, sambil mengucapkan Alhamdulillah karena tenyata ngga terjadi apa2 yang sempet terfikir macam2 dibenak saya..."trus sambil menghela nafas saya langsung tanya ma dia" tadi kejadiannya gimana sih..kok bisa kamu ketinggalan disini...??" akhirnya dia bercerita.."tadi pas teteh nabrak itu..saya kelempar...eh terus teteh nya malah jalan aja motor nya..terus saya teh manggil2 teteh sambil ngelambai tangan "teteh...teteh..teteh..." tapi tetehnya jalan terus motornya..pas lis liat ke belakang..motor2 + mobil2 yg nyorotin lampu sambil nglaksonin lis yg lagi berdiri di tengah jalan...lis tu kaget..dan ngga tahu harus gimana..akhirnya diselamatin sama bapak tukang parkir mirota, gitu teh.." mendengar cerita itu saya tertawa terpingkal2 sampe perut saya sakit bgt. MasyaAllah... terus pas sampai warung makan dimana saya nitipkan barang, mereka sdh menunggu dengan wajah yg bertanya2..kemudian saya dan temen saya yg lugu n polos menceritakan kronologisnya..mereka pun tertawa terbahak2, mereka hanya komentar "Ya Allah..teteh teteh kok bisa sih ngebonceng orang tapi nggak sadar orang nya ilang..."
KEISTIMEWAAN ISLAM Oleh : Muhammad Al-Fatih Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya. (QS Al ‘Alaq [96]:1-5) Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan tidak membawa apa, ia lahir dalam keadaan yang sangat lemah, yang sangat sulit beginya untuk bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia yang terlahir dengan keadaan kosong, yang dimaksud kosong disini bahwa ia tidaklah dibekali pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran, itulah sebabnya, seiring bertambah dewasanya manusia tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang mendesak baginya untuk dijawab bertambah banyak dan semakin kompleks. Pada saat itu, manusia cenderung bimbang untuk menentukan langkahnya, bimbang dalam menjalani langkahnya dan terlebih dari semua itu, ia bimbang mengapa ia melangkah. Pada saat-saat seperti ini, mau tidak mau, atau sadar tidak sadar, manusia mulai mencari sesuatu untuk dijadikan arah dan pegangan hidupnya. Ada yang menyebut pegangan hidup itu adalah prinsip, ada yang menyebutnya ideologi, dan ada juga yang menyebutnya agama. Yang terakhir ini selalu kita dengar dan paling banyak dalam dijadikan arah dan pegangan hidup, dan inilah yang akan kita bahas Wahai kaum muslimin (dan siapa saja yang membaca tulisan ini), pernahkah anda bertanya, kenapa harus Islam yang kita pilih? Apakah iman kita terhadap Islam benar-benar dari pikiran dan hati kita? Ataukah hanya karena keturunan saja? Apakah kita ikhlas kepada Islam? Apakah akidah kita adalah Akidah Islamiyah?? Apakah iman kita selama ini hanya setengah-setengah? Lebih lanjut lagi, kenapa kita tidak memilih agama lain yang tampaknya lebih baik dari Islam? Lebih mudah pelaksanaanya? lebih gampang masuk surganya? Tentu saja semua itu harus kita jawab, supaya tidak ada lagi keraguan kepada iman kita, karena iman itu harus bersifat tashdiqul jazm (pembenaran yang pasti) atau iman itu harus 100% tidak boleh kurang 0,0000000000000000000001% pun! Pertama, Islam adalah diin (agama) yang paling sempurna, yaitu penyempurna dari semua agama-agama yang pernah diturunkan Allah SWT kepada ummat-Nya, ini ditegaskan dalam firman-Nya : Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. (QS Al Ma’idah [5]:3) Ayat ini menegaskan kalau Islam adalah agama penutup bagi seluruh dunia, dengan Muhammad sebagai rasul yang terakhir dan Al Qur’an sebagai kitab penutup setelah Nabi Musa AS dengan Tauratnya, Nabi Daud Dengan Zaburnya dan Nabi Isa AS dengan Injilnya. Lalu ada pertanyaan, Kenapa agama harus disempurnakan? Bukankah agam sebelumnya juga diturunkan oleh Allah kepada ummatnya melalui perantaraan nabi-nabinya?” Ya! Betul, semua kitab dan ajaran yang dibawa masing-masing nabi adalah dari Allah, tetapi, ingatlah, ketika para pengikut nabi Musa AS telah menyimpangkan sebagian besar dari taurat yang diterima mereka, maka Allah mengutus Nabi Isa AS untuk membenarkanya, begitu pun juga Nabi Muhammad SAW, beliau juga diutus sebagai penyempurna agama nasrani, dan semua agama lain yang banyak penyimpangan-penyimpanganya, selain itu Islam diturunkan kepada seluruh ummat manusia. Penyimpangan-penyimpangan ini, antara lain doktrin trinitas dan penambahan Alkitab, diterangkan oleh Allah dalam ayat : Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakanya, “Ini dari Allah,” karena mereka hendak memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka itu, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan. (QS Al Baqarah [2]: 79) Katakanlah “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya”. (QS Al Ikhlash [112]:1-4) Kedua, hanya Islam-lah agama sekaligus suatu sistem yang lengkap, yang tidak hanya mengatur soal ibadah (ruhiyah) saja, tetapi juga mengatur tentang politik (siyasah), politik menurut islam adalah mengurusi urusan ummat, yang meliputi pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hukum, pergaulan dan lain-lainya. Hanya Islam yang mempunyai peratuan yang begitu terinci! Yang imbasnya adalah tegaknya Daulah Islamiyah selama kurang lebih 1300 tahun, dimulai sejak tahun 624, yaitu tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah sampai runtuhnya yaitu tahun 1924 di Turki karena persekongkolan musuh-musuh Islam. Ideologi mana yang mampu mempertahankan idenya selama itu? Kalau bukan dari Allah? Ketiga, hanya Islamlah yang memiliki kitab yang terjamin yaitu Al Qur’an, yang selalu disertai dengan bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab yang sudah di re-re-re-re-visi ( revisinya banyak! Diragukan keaslianya! ) Untuk menjamin keslianya ini Allah menantang dengan orang yang meragukannya dengan firman-Nya : Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang kami turunkan (Al Qur’an) kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkanlah suatu surat (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain dari allah, jika kamu memang orang-orang yang benar. (QS Al Baqarah [2]:23) Keempat, Apakah ada yang lebih masuk akal selain Islam? Dalam proses pengimanannya, Islam selalu menyertakan pemikiran, bukan doktrin (contoh doktrin: trinitas) karena pemikiran itu sendiri adalah karunia Allah yang paling besar, yang membuat manusia menjadi makhlik paling mulia di muka bumi ini. Pentingnya akal ini difirmankan Allah : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS Ali Imran [3]: 190) Dan masih banyak yang lain selain ayat-ayat tersebut, jadi buat apa kita mencari sesuatu yang lebih tak sempurna dari Islam? Apalagi jika kita belum mengetahui apa itu Islam. Lantas kita tergoda dengan ajaran lain yang mengatakan surga itu “mudah” didapatkan. Allah telah memperingatkan : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan, dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah [2]:214) Barangsiapa yang mencari agama selain daripada agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan diakhirat dia termasuk orang-orang yang rugi (QS Ali Imran [3]: 85) Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiranya, maka tidaklah akan diterima dari sesorang mereka emas sepenuh bumi walaupun untuk menebus dirinya, Bagi mereka Azab yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS Ali Imran [3]: 91) Na’udzubillah!, semoga kita dikaruniai kelembutan hati oleh Allah SWT agar kita tidak dibutakan sebagaimana orang-orang kafir, dan jika apabila ada dari kita yang berkeinginan berpaling karena kita tak mengenal Islam, memintalah kepada Allah agar kita masih dapat kembali dan bertaubat kepada-Nya Mereka kekal di dalamnya, tiada diringankan azab dari mereka, dan tiada (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat sesudah itu dan mengadakan perbaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran [3]: 88-89) Tetapi semua itu tidak akan ada sebelum ada usaha dari manusia itu sendiri, dan ingatlah Islam tak pernah memaksa! Allah berfirman : Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. (QS Ar Ra’d [13]: 11) Tidak ada paksaan dalam agama (Islam) (karena) sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. (QS Al Baqarah [2]: 256) Pada akhir kata, saya hanya ingin tersenyum dan berkata, Alhamdullilah, kita termasuk orang yang diberi hidayah (petunjuk) oleh Allah, semoga kita tetap istiqomah, Allahuakbar! Wallahu’alam bis showab
--sebuah kisah keluarga muslim ideologis di sebuah kota metropolitan sana... sebuah kisah yang akan membuat seorang muslimah rindu akan seorang qowwam yang ta'at kepada Allah dan Rosul-Nya, yang mampu menjadi qowwam (pemimpin) bagi isteri dan anak2 nya.--- 19.02.2008 10.00 – Pagi itu seperti biasa, aku berangkat ke kantor untuk memenuhi salah satu kewajibanku sebagai seorang muslim, mencari nafkah yang pahalanya bisa menghapus dosa yang tak bisa dihapus dengan shaum dan shalat.. Teleponku berdering, oh rupanya dari bidadariku dirumah.. “Abi, tadi ummi keluar flex darah nih, gimana ya bi...”. “Ah, sudah dekat rupanya” batinku... “Ya sudah, kalo mau, ummi ke RS aja bareng ibu naik taxi, nanti abi tunggu di RS”, jawabku singkat 12.00 – Kami bertemu di RS, istriku direkam dengan CTG (Cardio Toco Graph), tak lama kemudian, dokter keluar dan mengatakan “Rekamannya bagus, tapi pembukaannya belum ada, sepertinya kelahirannya nggak akan dalam waktu 1 atau 2 hari ini, jadi pulang aja dulu ke rumah, nanti kalo ada tanda-tanda seperti yang selama ini saya katakan, baru dibawa lagi ke RS” “Tapi dok, bagaimana dengan flex darah tadi?” aku penasaran “Ah nggak papa, itu biasa kok pak” Alhamdulillah, ucapku dalam hati, tidak ada masalah yang berarti... Aku menyelesaikan pekerjaanku, pada jam 17.00, tapi mengingat jalan jakarta yang tak pernah sepi dari macet pada jam pulang kerja, aku mengurungkan niatku untuk pulang Setelah shalat maghrib di kantor, aku menyusuri jalan untuk pulang ke rumah 3 minggu terakhir ini adalah minggu yang sangat berat bagiku. Pekerjaan seolah menemui titik klimaksnya, belum lagi pekerjaan utamaku, yaaa... mungkin pekerjaan utamaku ini tidak begitu menarik bagi kebanyakan orang, bahkan tidak jarang orang memandang sinis, lucu dan menertawakan ketika mendengarku mengucapkannya. Aku tahu, mereka semua adalah orang yang tertipu dan terlanjur memanjakan diri dalam sistem kapitalis-sekuler. Mereka memandang jabatan, kedudukan, harta, kendaraan, sebagai penentu posisi seseorang. Walaupun begitu, bila ditanya apa pekerjaan utamaku, dengan tegas aku menjawab “Saya mempersuasi orang untuk menegakkan kalimat Allah diatas muka bumi, sampingan untuk cari nafkah yaa, kadang jadi dosen matematik, marketing, kadang-kadang marketing manager” Yah, itulah pekerjaan utamaku, tak mudah, pun juga tak susah, tapi bayarannya gede lho.. Aku pulang kerumah tepat adzan isya, shalat lalu bercanda dengan bidadariku yang sedang kesakitan, mules-mules katanya, tak lama kemudian, sekitar jam 11 aku pun meminta izin padanya untuk istirahat “Ummi, abi mau bobo ya, dah lama banget ni nggak bobo enak hehehehe...” “Ya udah bi, ummi sih kayaknya nggak bisa bobo, mules terus ni bi...” Tak lama kemudian, tak ada yang kurasakan, sunyi sepi... 20.02.08 01.24 - “ABI BANGUN!” Terkejut aku mendengar teriakan khas itu... “Ada apa um?” “Abi air ketubannya keluar! gimana ini bi!!!”, bagiku raut panik wajah istriku lebih mengerikan daripada kata-katanya “Ya udah ummi, nggak papa, jangan panik ayo kita ke RS” Dengan perlengkapan yanng seadanya aku memacu kendaraanku lebih kencang dari biasanya, menembus kegelapan jakarta, dalam hati aku bersyukur keadaan tidak macet. 15 menit kemudian aku sampai di RS, dan aku bersama mertuaku menemani istriku yang hampir seluruh jilbabnya basah karena air ketuban yang pecah sebelum waktunya. Sabar, inget Allah, dia yang memberikan segala sesuatu dan dialah tempat berharap, aku menguatkan diriku sendiri... 02.00 – “pak, belum ada pembukaan” Innalillahi... ucapku dalam hati, belum ada pembukaan? “Sabar ya dek, insya Allah nggak akan ada apapun...” “Tapi mules bi, sakit..” “Iya, abi tau.. istighfar dek, inget Allah.. sekarang semua malaikat lagi mendoakan ummi dan memohon ampun buat ummi.. istighfar dek... mudah-mudahan sakit ni membuat semua dosa ummi luruh, abi selalu disini, mendoakan adek” “Iya bi...” Waktu berlalu begitu cepat, shubuh lewat, jam 7, jam 8, jam 9 aku menghitung waktu... Seiring dengan bertambahnya waktu, erangan kesakitan istriku bertambah keras dan memilukan. Ya Allah, mudahkanlah istriku... surat Fatihah, dan ayat-ayat Allah entah berapa kali meluncur dari bibirku... “Astaghfirullahaladzhiiiim, astaghfirulahaladzhiim, astaghfirulahaladzhiim...” Ya Allah, sekejap, kelebatan dosa-dosaku muncul dihadapanku, Ya Allah, jangan-jangan ini semua karena dosaku... Ya Allah Ya kariim... Mudahkanlah istriku, mudahkanlah istriku... ”Allah... Abi...” “Abi... sakit...” “Allah...” “Astaghfirullah...” 5 jam berlalu dengan kata-kata seperti ini, sungguh hancur batinku, melihat orang yang selama ini kucintai dan mencintaiku tanpa mampu berbuat apapun, dokter berkata katanya baru pembukaan 1 dari 10 pembukaan, dan mengabarkan bayinya lahir minimal 8 jam lagi. “8 jam lagi!” tidak, tidak, ingkarku, 8 jam lagi menyaksikan kesakitan yang terus bertambah, lebih buruk daripada seluruh pengalamanku hingga saat ini.. Ya Allah, memang manusia ini dhaif dan mendzalimi diri sendiri dengan kedhaifannya itu.... sesalku atas dosa-dosaku... 11.00 – “Abi, sakit.... Abi ummi udah nggak kuat...” DEG!, jantungku berderap kencang, darahku naik ke kepala seolah mau pingsan ketika mendengar kata-kata itu. Tidak, jangan kata itu yang keluar pikirku dalam hati. Bibirku kelu, fikirku berhenti, yang keluar adalah kata-kata yang tak pernah kupikirkan “Ummi pasti bisa, La yukalifuhullahu nafsan illa wusaha” “Kalau Allah mewajibkan sesuatu maka pasti bisa kita tanggung dek!, adek pasti bisa, ucapku seraya mengusap keningnya..” Walaupun aku tidak yakin, bisakah aku menanggung sakit ini bila berada di posisinya.. Sungguh wanita sangat mulia dan sabar pikirku.. “Nggak bi, ummi udah nggak kuat lagi, ummi lemes..” Ya Allah, tak ada nama yang lebih layak disebut kecuali diri-Mu, engkaulah pemberi harapan dan tempat meminta... mudahkanlah istriku... mudahkanlah istriku... Aku tahu, meskipun aku tak dapat melakukannya, tapi tetap saja aku berharap ‘seandainya rasa sakit ini bisa dipindahkan kepadaku’ rasa sakit itu terus berlanjut, ini kondisi terlemah selama hidupku, menyaksikan dia tanpa mampu berbuat apapun.. “Sabar dek, istighfar, inget Allah...” hanya itu yang mampu kuucapkan.. Tak lama kemudian suster datang membawa obat pengurang rasa sakit “Alhamdulillah” istriku agak tenang, perlahan ketenangan mulai tampak di wajahnya... 16.00 – Setelah shalat dzuhur dan ashar, rupanya Allah menjawab doaku “Qola rabbukum ud’uni! astajiblakum” (Berkattalalah Tuhanmu, berdoalah kepadaku! akan pasti akan kuperkenankan) Alhamdulillah, pembukaaan 1-10 yang awalnya diteorikan di buku-buku selama 10 jam dijalani istriku dalam 4 jam. “Dedeknya udah siap keluar ni, ibu latihan nafas ya...” suster berkata Ini saatnya pikirku, kecemasan datang kembali, tapi tidak separah tadi... “Dek semangat ya! bentar lagi jadi ibu... Inget Allah, banyak istighfar, pas ngeden ucapkan Allahuakbar!” “Iya bi” senyum istriku dalam kesakitan Lampu penerang dihidupkan, tempat bayi disiapkan untuk menyambut kelahiran anak pertama kami 16.15 – “Siap ya bu, ayo coba ditekan!” teriakan dokter diikuti usaha istriku “Aahhhh” “Ya bagus! begitu bu, terus!” “sssp...hhhh, Aaaargh!” dua atau tiga kali istriku mengedan “Bagus bu, udah keluar ni, dedeknya rambutnya tebel” Ketika kulihat, Ya Allah gumpalan darah, apa itu yang dinamakan kepala? Kulihat istriku berhenti bernafas, “Dek semangat ayo dek”, dia masih saja tetap diam “Ayo bu, kasian dedeknya kejepit nih! ayo dorong” Sambil mengumpulkan tenaga istriku melanjutkan usahanya.. “Aargg!” “Sekali lagi” dokter berkata “AAAAA” “Sekali lagi ibu, sudah bagus” lanjut dokter Aku melihat gumpalan daging merah yang sepertinya tak mungkin keluar dari perut istriku, Ya Allah, itukah anakku...?! Kenapa dia tak bergerak... “AAAAAArgh!” cipratan air ketuban terakhir melumasi bayiku, keluar laksana bukan bayi, 2 detik kemudian ia menagis sambil meronta-ronta “ALHAMDULILLAH DEK... ALHAMDULILLAH... Dek, alhamdulillah dek udah keluar... aku berteriak kegirangan “Alhamdulillah” ucap istriku tak jelas karena keletihannya yang sangat... Aku meninggalkan istriku yang dibersihkan untuk beralih kepada bayiku. Lengkap, sehat pikirku. Alhamdulillah... Ia membuka matanya dan melihatku, sungguh kebahagiaan dalam hidupku. Engkau akan menjadi kebanggaanku anakku... Setelah dibersihkan aku memperdengarkan kepadanya ayat-ayat Allah, Nak, inilah kata-kata yang pertama kali diucapkan kepadamu “Allahuakbar!” “Muliakanlah, besarkanlah Tuhan-Mu” Mungkin engkau terlalu senang berada di dalam perut ibumu nak, Abi mengerti, disana engkau akan aman dari gangguan virus sekularisme, kapitalisme, demokrasi, HAM dan semua pemikiran lain yang tak pernah diajarkan Allah dan Rasulnya Mungkin engkau disana tidak akan pernah mendapati orang yang mencemooh dan mengolokmu dikala menyuarakan Islam sehingga engkau betah berlama-lama disana Mungkin disana belum kau dengar semacam liberalisme, pluralisme dan sekulerisme Tapi tidak, rintihan ummi-mu dan kecemasan abi-mu telah berubah menjadi kebahagiaan saat engkau hadir di dunia ini. Disinilah engkau akan mengemban tugas sebagai “khalifah fil ardh” – pengelola diatas muka bumi. Disinilah engkau akan berperang anakku, melawan semua pemikiran kufur, dan jangan lah khawatir, telah kupilihkan untukmu ibu yang baik dan sabar, yang akan membimbingmu di jalan-Nya Kuharap kelak engkau menjadi seorang perempuan yang shalehah yang akan membentengi keluargamu denga Islam, kata-kata yang keluar dari mulutmu adalah Islam Engkau akan hanya membanggakan Islam, bukan yang lain. Engkau hanya takut kepada Allah, bukan yang lain. Engkau hanya memegang panji Rasul, bukan yang lain Kuharapkan ketika SD saat yang lain menyanyikan lagu tak bermanfaat engkau akan mendendangkan Qur’an Kuharapkan ketika SMP disaat orang lain bermain engkau mengkaji Sunnah-Rasul Kuharap ketika SMU disaat orang lain pacaran engkau mengenakan Jilbab dan Khimar dan berdakwah di jalan Islam Kuharap ketika PT disaat orang lain meneriakkan “hidup mahasiswa” tapi engkau hanya ingin meneriakkan “Allahuakbar!” Kuharap ketika berkerja disaat yang lain mengutamakan dunia engkau berorientasi pada akhirat Kuharap engkau menemani laki-laki selevel para shahabat dan Kudoakan engkau meninggal sebagai salah satu syahidah Agar engkau dapat menjamin bapak dan ibumu masuk ke surga Allah yang telah dijanjikannya... Abi dan Ummi rindu dengan panggilan Allah Yaaa ayyatuhan nafsul mutmainnah, Irji’ii ila rabbiki radhiyatan mardhiyyah Fadkhuli fii ’ibadiii, wadkhullii jannati  | bundow | Mar 5, '08 8:12 AM for everyone |
Dibawah ini ada sebuah artikel seorang Muallaf..semoga dapat bermanfaat ...dan Semoga dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran dan berintropeksi atas Islam yang telah kita sandang dari sejak lahir sampai saat ini..sampai kita bertanya pada diri qt sendiri..sudah qt hidup untuk Islam...?? Sudahkah kita hidup dengan aturan Islam..?? akankah kita nanti mati dalam keadaan Islam...?? Aku dan Islam Felix Siauw - 0813 1150 1178 - felix_siauw@yahoo.com “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”. Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan. Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia. Setelah proses pencarian jawaban di dalam alkitab itu, saya memutuskan bahwa agama yang saya anut tidaklah pantas untuk dipertahankan atau diseriusi, karena tidak memberikan saya jawaban atas pertanyaan mendasar saya, juga tidak memberikan kepada saya pedoman dan solusi dalam menjalani hidup ini. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Saya mengambil kesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya seiring dengan waktu. Saya menganggap semua agama sama, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Saya juga berpandangan bahwa Tuhan laksana matahari, dimana para nabi dengan agamanya masing-masing adalah bulan yang memantulkan cahaya matahari, dan pemantulan itu tidak ada yang sempurna, sehingga agama pun tidak ada yang sempurna Tanpa sadar waktu itu saya masuk kedalam ideologi sekular. Menjadilah saya manusia yang sinkretis dan pluralis pada waktu itu. Tetapi semua pandangan itu berubah 5 tahun kemudian ketika saya memasuki semester ketiga saya ketika berkuliah di salah satu PTN. Saya menemukan bahwa teori saya bahwa semua agama itu sama hancur samasekali dengan adanya realitas baru yang saya dapatkan. Lewat pertemuan saya dengan seorang ustadz muda aktivis gerakan da'wah islam internasional, perkenalan saya dengan al-Qur'an dimulai. Diskusi itu bermula dari perdebatan saya dengan seorang teman saya tentang kebenaran. Dia berpendapat bahwa kebenaran ada di dalam al-Qur'an, sedangkan saya belum mendapatkan kebenaran. Sehingga dipertemukanlah saya dengan ustadz muda ini untuk berdiskusi lebih lanjut. Setelah bertemu dan berkenalan dengan ustadz muda ini, saya lalu bercerota tentang pengalaman hidup saya termasuk ketiga pertanyaan hidup saya yang paling besar. Kami lalu berdiskusi dan mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikkan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita. Tapi saya lalu bertanya pada ustadz muda itu "Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya?!". Ustadz muda itu berkata "Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja" lalu dia menambahkan "Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan bisa membuktikan diri kalau ia datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa" lalu diapun membacakan suatu ayat dalam al-Qur'an: Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (TQS al-Baqarah [2]:2) Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan "kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur'an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!" Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (TQS al-Baqarah [2]: 23) Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata "Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!". Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur'an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang semacamnya. Lalu saya bertanya lagi "Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?". Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz muda itu menjawab "Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka" "Jadi maksud ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna?!" saya menyimpulkan. "Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat" tegas ustadz muda itu. Lalu saya dijelaskan panjang lebar tentang maksud bahwa Islam berbeda dengan Muslim. Penjelasan itu sangat luar biasa, sehingga memperlihatkan bagaimana sistem Islam kaffah bekerja. Sesuatu yang belum pernah saya dengar tentang Islam sampai saat itu, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam karena saya hanya melihat muslimnya bukan Islam. Hanya melihat sebagian dari Islam bukan keseluruhan. Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna. Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup untuk beribadah (secara luas) kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang tertulis didalam al-Qur'an. Dan al-Qur'an dijamin datang dari-Nya karena tak ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiran saya. Saya memutuskan: "Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!" Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi, apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan kebenaran yang saya cari selama ini?!. "Tidak, sama sekali tidak" saya memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas dan harus didahulukan. Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam. Dan mudah-mudahan, sampai akhir hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahuakbar! Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik (TQS an-Nuur [24]: 55) Terimakasih Allah SWT, telah memberiku al-Qur'an dan taufik. Terimakasih wahai rasulullah Muhammad saw. atas kasih sayang dan perjuangannya. Terimakasih untuk Mami yang telah melahirkan dan mengasuh serta membesarkanku. Papi atas pelajaran nalar dan kritisnya sehingga aku bisa menemukan Islam. al-Ustadz Fatih Karim atas kesabaran dan persaudaraanya. al-Ustadz Ahmad Muhdi atas kritik dan perhatiannya. Ummi Iin atas percaya dan penurutnya. Teman-teman HDHT, terimakasih atas bimbingannya Masa depan saya nanti adalah apa yang menjadi pilihan saya saat ini. Krn Allah tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah diri mereka sendiri. Sehingga jika saya ingin bahagia di dunia apalagi di akhirat saya yang harus menentukan sendiri, jalan mana yg akan saya ambil. Allah sudah menyediakan 2 jalan buat saya, jalan kebaikan dan keburukan, dan saya bebas memilih. Tetapi jelas saya tidak bisa seenaknya memilih akibat dari pilihan saya. karena slain Allah menyediakan 2 jalan tadi, Allah juga udah menentukan batasan2 atau konsekuensi dari jalanyg dipilih manusia. Jika jalan yg saya pilih jalan kebaikan yaiti Islam (aqidah dan syari’ah-Nya) maka surgalah balasannya, tetapi jika jalan yyg sebailknya saya pilih maka nerakalh yg jadi tempat tinggal kekalnya. Kebahagiaan, kesehatan dan ‘kekayaan’ dan kesuksesan hidup dunia akhirat dan keridloan Allah SWT jadi dambaan setiap muslim. Mungkin tak ada orang yang memilih sengsra, menderita, miskin atau gagal. Namun kebanyakan orang lupa bahwa setiap melakukan pilihan pasti ada konsekuensi yg harus dihadapi. Ada resiko yang harus dijalani. Pencapaian sesuatu tentu perlu proses, berat ringanya tergantung dari jalan yg saya ambil. Tidak ada orang yang benar – benar siap dalam melakukan sesuatu yang pertama. Tapi Allah SWT yang Maha bijaksana telah membekali saya akal fikiran seperti pada manusia lainnya, sehingga saya mampu menghadapi segala sesuatu yang memang saya sanggup hadapi. Selain itu, Allah juga membekali saya kemampuan dan waktu yang sama dgn orang lain, Sudahkah saya menggunakan perlengkapan yang Allah berikan kepada saya dengan baik dan berada dalam jalan yang benar?? Ada salah satu pertanyaan yang menarik dari yang dilontarkan salah satu santri, kenapa menarik?? Karena ini sering menimpa kaum muslimin saat ini dan mungkin tidak terkecuali dengan qt. , pertanyaan tenatang dalil yang dibantah dengan dengan fakta. Misalnya, ada sebuah dalil hukum syara yang jelas tentang suatu hal, peristiwa, perbuatan ataupun benda baik dari Al-Quran atau dari As Sunnah, tapi ada sebagian dari kaum muslimin, walaupun dalil2 yang digunakan sudah jelas dan sudah disebutkan, mereka menyanggah dalil2 yang sudah jelas tersebut dengan fakta. Contoh :saat kemarin ber idul adha, untuk menentukan hari idul adha sesungguhnya seluruh madzhab (hanafi, maliki, syafi’i dan hambali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha, Ru’yat yang dimaksud, adalah ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh peduduk Makkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia. Diantara dalil2 yang digunakan silakan dilihat di situs http://www.hizbut-tahrir.or.id/.. Walaupund dalil2 nya sudah terpampang dengan jelas, tapi tidak sedikit kaum muslimim dengan tidak merasa berdosanya kepada Allah Sang pembuat hukum menyanggah syari’at Allah dengan kondisi atau fakta mereka masing2, misalnya karena “qt kan di Indonesia”, “kalo mau idul adha hari ini, ya pindah aja ke mekkah”, atau “bisa saja pemerintah arrab saudi salah dalam menetapkan”. Yah seperti itulah salah satu contoh fakta dijadikan dalil bagi suatu perkara, tanpa memandang bahwa Allah sebagai pencipta qt sudah menentukannya yaitu dalam Hadist nabi SAW. Padahal kalo pun mau ada perbedaan pendapat, maka yang didiskusikan adalah dalilnya tersebut, dalilnya itu sohih kah, hasan kah, atau dho’if kah…atau jika ada dalil yang lebih kuat, itulah yang seharusnya dilakukan, bukan menyanggah dalil dengan fakta, karena ngga imbang… Bisa dibilang sebenarnya ngga ada masalah dengan dalilnya, tapi orang2 yang senang menyanggah dalil dengan fakta adalah orang-orang yang sebenarnya masih bermasalah dengan seruan2 allah yang ada dalam Al-Quran dan Hadist yang telah disampaikan oleh Rosulullah SAW tercinta, makanya ngeyel terus and ngeles... Contoh sederhana lain yang sering ditemui adalah para kaum hawa yang enggan menutup auratnya yaitu menggunakan khimar (kerudung) dan pada saat keluar rumah pake Jilbab (baju panjang yang ngga terputus, seperti terowongan). Padahal udah sangat jelas sekali Allah memerintahkan kaum wanita untuk mengenakan kerudung di QS. An-Nur 31 “….Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,……” kemudian di QS. Al-Ahzab ayat 59 "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Tuh ga jelas gimana??? Tapi sayang seribu sayang, Astaghfirloh…ngga sedikit para kaum hawa yang menyanggah tanpa merasa berdosa sedikit pun , tapi kan panaaasss mau pake kerudung..apalagi pake jilbab kaya orang arab aja..malah ada sebagian kaum muslimin bilang “dulu kan di arab cuacanya panas, jadi disuruh pake jilbab, tpai kan di Indonesia cuaca nya berbeda…MasyaAllah, demi Allah hukum2 Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu… So, yuk kita sama2 instrospeksi…apakah qt termasuk kedalam orang2 yang masih “ngeyel” thd apa2 yang telah Allah dan Rosul-Nya tetapkan..?? Hal – hal yang berbau Islam saat ini semakin jauh dari orang yang ngaku nya muslim…Islam terasa aneh..Islam terasa asing di telinga mereka…Islam seakan-akan milik orang – orang yang bejubah…milik berjenggot panjang…milik bercelana diatas mata kaki..milik berkerudung besar..padahal klo dilihat, mereka ngerjain Sholat, klo di bulan Ramadhan juga puasa, tapi saat lagi rapat, lagi ngobrolon kuliah, lagi ngobrolin praktikum trus klo qt serempetin dikit dengan Islam seakan2 langsung aneh ditelinga mereka, dan ngga nyambung dan sepertinya jauh dari kehidupan sekitar mereka.. sesuatu hal yang jauuuuuuuh bgt...MasyaAllah... padahal hanya islam lah yang akan menyelematkan qt di akhirat nanti...hanya Islam lah saudaraku...hanya Islam bukan yang lain.. Mengerikan..menyedihkan itulah yang dapat saya rasakan saat ini Ya Allah, kami semakin rindu dengan Khilafah-Mu, dengan syari’at-Mu… Dengan kecepatan 80 - 90 km/jam mio kuning Z 3830 HM meluncur dari jakal KM 14 ke jalan paris KM lupa, untuk ngikuti kajian ushul fiqih Ust. Sidiq Al Jawi jam 16.30, tapi ini baru berangkat dari jakal jam 16.30. hebat kan??hebat apanya...:-p. tapi bukan krn apa2 kok karena waktu itu baru dikasih tau klo kajiannya untuk minggu ini diganti jadi hari selasa. tapi Alhamdulillah,,,pas tiba disana kajiannya belum selesai..saat masuk langsung deh saya simak apa yg disampaikan ustadnya... resumenya kurang lebih seperti ini : Berbagai macam standar yang digunakan Manusia khusunya seorang muslim disini, dalam menilai baik dan buruk sesuatu, baik itu mau menilai suatu benda atau perbuatan. Ada yang ngegunain fakta sebagai standar untuk menilai baik dan buruk nya, ada yang ngegunain kecenderungan yaitu akal disini sebagai standarnya, dan yang ketiga ada yang ngegunain standar pujian dan celaan Allah SWT, dimana pujian disini berupa pahala dan celaan Allah SWT adalah dosa. Disini saya akan membahas point yang ketiga karma emang pas tiba disana ustadznya dah ngebahas point yang ketiga ini, tapi bakal nyinggung sedikit contoh orang2 yang ngegunain fakta atau akal sebagai standar menilai baik dan buruknya. Jika menjadikan pujian dan celaan Allah SWT sebagai standar dalam menilai baik dan buruk, maka yang menilai bukan akal manusia, tapi syari’at yang berasal dari Allah SWT. Contohnya kaya gini, ada orang kaya yang punya rumah mewaaah bgt, tapi didapatin dari jalan spanyol alias separoh nyolong alias korupsi, trus di sebelah rumahnya ada rumah orang miskin tapi didapatin dari jalan bukan korupsi alias halal. Terus kita ditanya, mana dari kedua rumah tersebut yang diridhoi Allah SWT. Maka sebenarnya akal ngga bisa menilai, karena kalo akal yang menilainya bisa jadi ada orang yang bilang “yahhh..walopun gitu kan tetep akeh e uangnya, tetep bisa jadi orang kaya...” dan berbagai macam orang akan berbeda pendapatnya sesuai dengan kadar akal nya masing 2 J. Oleh Karena itu ada wahyu yang menilainya (bukan wahyu yang suka nongkrong di warung pojok lho..ihik..ihik..ihikkk), back to wahyu, yup! Ada wahyu dari pencipta kita yang menilai kedua rumah tersebut yang disampaikan melalui lisan Roul-Nya, salah satunya adalah dari HR Bukhari yang diriwayatkan oleh Abu Khuzaimah, artine “Barang siapa yang mengumpulkan harta dengan barang haram, kemudian menshodaqohkannya, maka tidak ada pahala padanya, bahkan mendapatkan dosa”. Klo menilai sesuatu disesuaikan pada akal manusia maka akan mengakibatkan kesimpulan yang relatif. Kenapa kok realtif??ngerasa ngga kalo kamu pernah jadi orang plin plan??? Bukan hanya pernah kali tapi sering.. misalnya hari ini bilang iya, tapi 2 minggu selanjutnya jadi bilang nggak..ato dua minggu yang lalu bilang boleh, eh sekarang bilang ngga boleh..dan itu memungkinkan sekali bagi seorang manusia, karma yang namaya akal manusia bener2 terbatas, manusia juga penuh keterbatasan and lemaahhh bgt. Ngerasa lemah?? Apa?? Nggak?? Wess coba dech kamu sekarang tutup idung kamu selama 1 jam, bisa nggak??dijamin tewass..itu tu nunjukin, buat kamu sendiri aja kamu ngga bisa berbuat apa2..ato…apa lagi ya contohnya…(mau nambahin contoh??boleh dicomment aja ya). Buktinya lagi kalo akal manusia tuh ngga bisa dijadikan standar buat menilai baik dan buruk yaitu pada abad ke 19, amerika yang sekarang banyak cewek2 yang ampir ngga berbusana ato malah banyak yg telanjang, dulunya pada abad 19 masih berbusana bagus alias masih sopan. Tapi kemudian kira2 pada pertengahan abad 20 terjadi revolusi seksual yang akibatnya senagai salah satu konsekuensi busananya pun jadi lebih berani seperti yang sudah banyak qt saksikan sekarang, terus nih pada abad 19 di amerika kolam renang cewek cowok tuh masih terpisah, trus pada abad 20 juga karena dampak2 dari teori – teori seksual yang dihasilkan pada saat itu maka munculah penerbitan majalah playboy pada tahun 1953. bahkan karena kebebasan seksualnya, pada tahun 2001 ada seorang pendeta yang homoseksual…. Itu semua nunjukin bahwa kalo akal diberikan kewenangan buat menentukan baik dan buruk maka akan hasilnya akan berubah – rubah sesuai dengan kondisi dan waktu. Maka oleh karena itu yang hanya menentukan baik dan buruk adalah Allah SWT melalui syari’at-Nya karena emang ngga bakalan berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Kalo pun ada perubahan hokum, itu tuh hanya terjadi pada masa Rosulullah SWT dan jika ada nasakh (konsep nasikh mansukh). Contohnya aja kaya aturan batas aurot laki2 yaitu Auraturrojul baina lutut wa pusar..(hehe lutut ma pusarnya lupa bhs arabnya), pada abad 19 hukumnya aurat laki2 seperti itu, pada sekarnag pun tetap sama seperti itu ngga lantas berubah… Trus aturan (syari’at) buat para kaum hawa, Rosulullah sudah menyampaikan dalam salah satu hadist waktu meliaht asma berpakaian tipis “ Wahai asma, jka seorang wanita telah baligh, maka tidak boleh menampakkan auratnya kecuali ini dan ini” sembari Rosulullah menunjukan muka dan telapak tangan.. Berbeda kalo dengan orang – orang barat (kafir, red), dalam berpakaian pasti akan berbeda2 sesuai dengan tempat, waktu dan kondisi, saat mereka di kolam renang akan berbeda pada saat mereka di mall, terus akan berbeda juga pada saat di musim dingin n musim panas..tapi klo kita sebagai seorang muslim, misalnya buat para kaum adam sering pake sarung bukan berarti karena sekarang musim hujan kan?? sudah jelas kah sobat? Nah yang saya tulis di atas itu merupakan dalil aqli, sedangakan dalil naqli nya buanyyaaak banget, baik di Al-Quran maupun di As-Sunnah. Salah satu contoh dalil naqli supaya kita menjadikan pujian dan celaan Allah sebagai standar menilai baik dan buruk yaitu di Surat Al Hasyr : 7 “…..Apa – apa yang diberikan oleh Rosul kepadamu, maka ambilah dan apa – apa yang dilarang rosul kepadamu maka tinggalkanlah”…trus di HR. imam Muslim “ Man ‘Amila amalan wa laisa amrihi amrun fahua roddun” artinya….. Kesimpulannya ketika qt menemukan sesuatu, baik itu terkait benda atau perbuatan , maka sudah kewajiban bagi kita menjadikan Al-Hakim nya adalah Allah SWT yaitu hukum syara. Trus akhirnya berakhirlah penjelasan Ustadznya, yang kemudian dilanjutin dengan sesi tanya jawab para santri,, trus ada ikhwan yang nanya, kira2 seperti ini pertanyaannya “gimana kalo ada yang me…me….duh lali euy..ntar deh ya saya inget2 dulu.. to be continue…. Okey, semoga bermanfaat ya sobat dan semoga menambah pemahaman qt terhadap Islam dan akhirnya menjadikan Islam sebagai standar untuk menilai baik dan buruk.. mau tau ciri orang yang sudah menjadikan Islam sebagai standar baik dan buruk?? Yaitu orang ketika menghadapi suatu masalah otaknya langsung otomatis nge- link ke hukum syara, dia langsung mikir “gimana yah Islam memandang permasalahanku…” Trus dia cari dech…trus diaplikasiin dech…trus insyaAllah dapet pahala dech..trus disayang Allah dech…mau ngga di sayang Allah…?? Mauuuuu……..!! love u coz Allah nenk'z Untuk meringankan beban di kepala, saya jadi ingin nulis disini, sebenarnya dah dari kemaren2 saya ingin mencurahkan sebagian yg ada di otak saya,, tapi belum kelar2 trus..saya ingin coba memulai hobi baru saya, yaitu nulis. Sebenarnya hobi baru saya ini ngga tepat juga kalo dibilang baru, karena menulis udah saya suka dari sejak kecil, biasayanya sejak kecil saya udah mencurahkan segala yang ada dalam perasaaan ke dalam buku diary, waloupun memang acak2an kalimatnya. Tapi kesukaan itu sdh saya mulai tinggalkan semenjak saya berstatus mahasiswi, yaa walopun kadang masih sesekali saya mencurahkan perasaan saya di komputer..tapi itu hanya sesekali saja, dan akhirnya hobi ini muncul kembali setelah semester kemarin saya ada tugas matakuliah KSSI and e-Commerce, tugas dua2 nya yaitu bikin buku, jadi otomatis saya disuruh belajar untuk menuangkan ide2 yang ada di otak saya ke dalam sebuah tulisan, awalnya emang suliiiiit bgt..ugghhh untuk kata pertamanya aja saya bingung harus nulis apa.. tapi setelah beberapa bulan jatuh bangun akhirnya buku kelompok saya selesai juga dengan segala alakadarnya..tapi yang patut disyukuri adalah kami belajar banyak dari tugas yang diberikan itu. salah satunya adalah ya ini, Nulis. Secara tidak sadar setelah selesai tugas itu ada rasa kangen untuk mencurahkan yang ada dalam hati ke dalam sebuah tulisan, ternyata emang bener, mengasyikan, walaupun saya sadar betul, apa yang saya tulis, kalimatnya masih kacau balau alias ga karuan2, tapi buat saya itu ngga jadi masalah, karena semuanya perlu proses pembelajaran, dan ini adalah proses pembelajaran saya, yang penting adalah belajar dan belajar. Bagaiamana mau bisa kalo ngga belajar?? iYa apa iya?? Ya iyalah….gimana mo bisa renang kalo ngga belajar renang… Tidak lupa, saya ucapin hatur nuhun pisan kepada pak fathul n mas muzid selaku dosen saya di matakuliah KSSI dan E-Commerce yang telah memberikan tugas ‘membuat sebuah buku’. Dilanjutkan terus pak tugasnya, karena dari sini kita dapat belajar banyak dan banyak manfaat yang kita peroleh, dan yang semoga manfaat ini tidak terhenti pada kami saja, tapi juga dapat bermanfaat untuk umat dan masyarakat. Hmm…sepertinnya sudah sore dan di perpus juga semakin dingin, jadi saya mau pulang dulu, dah dari tadi pagi nongkrong di perpus. Masih ada PR dirosah buku kaidah-kaidah taqlid dalam Islam. Ntar saya ceritain ya lain waktu…tetep semangat!!! Dan jangan lupa luruskan niat!! Lakukan everythinks coz Allah.. oya, buat temen2 , kalo boleh saya minta tips n triknya donk tentang menulis.isi di komentar juga boleh. haturnuhun Muhasabah Daarisin Langkah dakwah bukanlah langkah tanpa tantangan, bahkan jika sudah melangkah di jalan ini, bersiaplah dengan jalan yang pernuh duri karena tujuan yang dituju adalah sebuah istana syurga yang Allah siapkan hanya untuk orang2 yang bertaqwa..Hanya dengan Quwwah Ruhiyah yang kokoh, kita mampu men-support setiap langkah pada setiap kondisi.Semoga untaian kecil muhasabah ini senantiasa menempa jiwa agar semakin kokoh dan istiqamah dari waktu ke waktu.1. Sempatkah Antum luangkan waktu tidur malam tadi untuk shalat Tahajud? Sudahkah shalat dhuha mengisi hari ini?2. Sudahkah Antum membaca Al-Qur’an & memahami artinya pada hari ini?3. Sudahkah Antum menghapal minimal satu ayat, satu hadits, satu do’a yang berhubungan dengan dakwah & materi pembinaan pada hari ini?4. Sudahkah Antum shaum sunnah, pada pekan ini?5. Sudahkah Antum memelihara sunnah Nabi SAW dalam perkataan & perbuatan?6. Berapa kalikah Antum memohon do’a & maghfirah kepada Allah SWT, pada hari ini?7. Sempatkah pada hari ini Antum mengingat mati & kedahsyatan Yaumil Akhir, serta azab neraka & nikmat surga?8. Sudahkah Antum mengorbankan pikiran, tenaga, & harta li i’laai Kalimatillah?9. Sudahkah Antum mengetahui perkembangan kondisi politik fikrah & dakwah ummat pada hari ini?10. Sudahkan Antum berupaya keras mencari teman baru untuk bersama melangkah di jalan dakwah?11. Sudahkah Antum menghadiri halaqah & pertemuan daarisin lainnya secara rutin, serius & tepat waktu?12. Sudahkah Antum menjadi murid, sahabat & rekan dakwah yang baik bagi musyrifah?13. Sudahkah kepentingan dakwah & harakah Antum prioritaskan di atas kepentingan pribadi?14. Sudahkah Antum berdo’a pada hari ini dengan do’a : “Ya Allah sesungguhnya kami memohon agar Engkau menyatukan hati kami dalam kebaikan & Engkau damaikan perselisihan di antara kami & Engkau tunjukkan jalan keselamatan kepada kami”15. Sudahkah pada hari ini Antum meningkatkan kemampuan bahasa Arab?
Tulisan ini saya sadur dari seorang daaris bandung ,,jazakillah ukhti..hatur nuhun.. Hei….guys….!!! Assalamu'alaikum! Tau donk…sekarang tanggal berapa??n ada apa ya di hari ini?? Ya iyalah… Tau…gimana ngga bisa tau..wong dimana2 digembar gembor, sampe2 di swalayan2 ‘n di mol2 di setting warna pink ditambah segala aksesorisnya buat ikut nyemarakin valentine’s day ga ketinggalan para artis n para aktivis pacaran pun lagi siap2 tuh buat ngerayain hari itu…ada yang beli coklat lah…beli kado yg dibungkus warna pink buat ‘yayang tercinta’ lah…ada yg mau planing jalan2 kemana lah…dan yg paling ngeri lagi adalah di hari itu ga sedikit cewek2 yg rela ngelakuin apa aja atas nama Cinta…hiii….ngeri…. (hayo..cepet2 bilang Na’udzubillahimindzalik…, yuk bareng2 ucapin..”na’uzdubillah…”) Eh..eh..ko aq denger ada yang mo ProTess yah? di dalem hati nya pasti bilang (hehe..sok tau) “Emang kenapa sih ngga boleh??? Ih ga gaul bgt sih! Katanya ngakunya gaul…ngakunya mahasiswa…ngakunya muslim…(Hehe bercanda ding..). klo kmu ngga tahu, ya cari tahu donk…cari tahunya dimana?? Di mol?? Ya nggak laah... kmu bisa cari dimana banyak para malaikat disitu..alias di forum2 ilmu yg disebut nama Allah disana alias kajian2 ilmu ..ato bisa nanya ma orang yg lebih tau (jangan sok2an tau deh klo ga’ tau, ntar sesat di jalan lho) ato bisa nanya mbah google. Tuh..udah ngga dimudahin kayak gimana lagi sama Allah..tinggal kmu nya aja kok yg mo cari tahu…inget looo nanti di Alam kubur qt bakal ditanya2in alias dihisab…termasuk masalah ini... Buat kamu yg mo’ tahu tentang sejarahnya ni ringkas nya ada di bawah â (InsyaAllah dapet pahala) apalagi klo diamalkan n ngasih tau ma yg temenmu yg laen, pahalanya banyak tuh.. Alkisah valentine’s day ……. Bermula dari seorang pendeta yang berasal dari ROMA yg bernama SANTO VALENTINO yg harus ngalamin hukum pancung dari Raja Claudius II pd TGL 14 FEB 269 M, coz saat itu santo valentino telah memberkati pernikahan sepasang muda mudi, padahal saat itu sang Raja melarang para pemuda utk menikah dulu sebelum berperang, karena khawatir para remaja jadi turun prestasinya di medan perang..(kasian banget yah..mo nikah aja dilarang, padahalkan satu2 nya utk menyalurkan naluri ketertarikan terhadao lawan jenis, ato dalam bhs arabnya Gharizatun Nau’ hanya dgn nikah (itu klo dlm Islam seeh yg memang ajarannya TOP BGT), lanjutin lagi ya ceritanya…) trus setelah itu karena si pendeta dah melanggar aturannya Sang Raja, maka pendeta santo valentino di hukum Pancung (nah Looh!!). Maka dari sini pak Pendeta Santo Valentino dianggap sebagai MARTIL lah, kalo dalam Islam dikenal dgn mati SYAHID lah istilahnya. Oke STOP ceritanya mpe disini. Mpe saat itu baik2 aja, ‘n ga ada masalah..Tapi barulah 2 ABAD kemudian (hayo…1 abad berapa tahun??) PAUS GALESIUM I meneliti kembali cerita pak Santo Valentino yg dihukum pancung tsb, hingga akhirnya akang PAUS mencetuskan peringatan kematian valentino sebagai hari Valetine atau hari kasih sayang, dengan alasan memperingati perjuangan pak Santo valentino yg telah memberkati sepasang muda mudi yang memperjuangkan cintanya. Padahal sobat semua, tau ngga tujuan utama akang PAUS tu apa??ternyata nih…tujuan utamanya ADALAH sebagai salah satu upaya para MISIONARIS melancarkan dakwah or seruan mereka kepada orang lain denagan alasan CINTA KASIH, sehingga dimunculkanlah salah satu hari yang ada yaitu 14 FEBRUARI sebagai hari CINTA KASIH. Tuh…kan…gada hubungan nya sama sekali sama sejarahnya umat Islam (Jaka sembung bawa pedang, Teu nyambung Ujang, neng, mbak, mas, pak, bu. Eh eh..kok kebablasan!), tapi kok bisa ya sekarang umat islam khususnya para KAULA MUDA merayakan hari yang menyesatkan itu??? Ya…gada alasan lain karena…(Puntennya…alias maaf)..karena uamt muslim sekarang pada umumnya pada ga mikir n ga mau mikir alias merosot pemikirannya apalagi menyangkut kehidupan agama mereka, dah ngga mikir lagi, yg dikerjain itu boleh apa ngga dalam Islam..halal pa haram… Pengennya tuh niru…terus…padahal menjerumuskan dan dilarang dlm Islam. Iih ngeri pokoknya mah ngeliat zaman sekarang kaya sekarang ini , hasil dari peradaban kapitalis sekuler) Nah…ngomong2 masalah Cinta kasih, padalah setiap muslim dituntut untuk menghiasi harinya dengan cinta kasih, bahkan Allah sendiripun memperkenalkan dirinya dengan Ar- Rahman Ar- Rahim (tau kan artinya..??nah gitu donk..gaul..), bahkan klo qt mo ngelakuin aktivitas apapun harus nyebut “Bismillahirrahmanirrahim” (“dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih dan Maha penyayang”..itu artinya..), bahkan nya lagi Nabi kita tercinta Rosulullah SAW mengajarkan sama kita bagaimana beliau mencintai dan mengasihi umatnya. Bahkan bahkan bahkan dalam salah satu hadist disebutkan bahwa “tidak sempurna iman seseorang apabila tidak mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. Tuh…kan ga bo’ong kan kalo Islam itu IS THE BEST. Nyesel dech klo kamu jauh dlm Islam ato malah Menjauh dari Islam. Nyeselnya dunia akhirat bro! Thank’s udah mau baca, moga2 dapat bermanfaat dan kita semua bisa tergolong orang yang bener2 Cinta Islam bukan hanya sekedar ngaku Islam. Wassalam. Sumber tulisan : http://www.bkkbn.go.id/article_detail.php?aid=579 Mengajarkan anak melaksanakan ibadah harus dilakukan sejak usia dini. Terutama para ibu, yang sudah pada anak sejak dalam kandungan. Ia sudah membawa serta saat sholat maupun ketika melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Demikian pula pengenalan terhadap kecintaan pada Allah, yang dilakukan dengan prosesi berzikir, bertakbir, bertahmid, bertasbih, dan membaca tahlil. Semua itu dilakukan hingga jabang bayi lahir kedunia fana ini. Setelah anak mulai memasuki dunia sekolah, tentu proses pengajaran dan pengenalan tentang ibadah akan sedikit bergeser, yakni pada praktik sehari-hari. Baik ucapan maupun perbuatan. Misalkan ketika makan, minta ia membaca do’a sebelum menyuap makanan. Setelah selesai makan orang tua meningkatkan anaknya untuk mengucapkan “ alhamdullilah. “ ucapan ini mengajarkan anak agar ia senantiasa berterima kasih pada Allah SWT. Jelaskan juga makanan yang tadi dimakannya merupakan pemberian dari Allah. Air yang di minumnya milik Allah. Manusia tidak bisa membuat air. Manusia hanya bisa memanfaatkan air. Ketika bangun dari tidur malam merupakan rahmat dari Allah SWT. Ibu yang salehah akan membacakan di hadapan anaknya firman Allah yang artinya : “ Dan karena rahmatNya Allah jadikan untuk manusia malam dan siang. Supaya kamu beristrirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia Allah pada siang hari agar kamu bersyukur padaNya.” (QS. Al Qasahash : 73). Setiap aktivitas anak dapat dihubungkan dengan kebe-radaan Allah SWT. Pada saat bermain misalnya ada yang kalah ada yang menang. Kalah dan menang merupakan ketetapan dari Allah. Manusia hanya berusaha untuk menang tapi manusia tidak dapat menentukan kemenangan. Pengertian ini akan menyandarkan anak bahwa kemampuan dirinya hanya berusaha meraih kemenangan. Ia tidak dapat memastikan akan menang dalam permain. Kekalahan bukan berarti Allah SWT tidak sayang padanya dan kemenangan bukan Allah SWT sayang. Kekalahan mengajarkan anak kekurangan pada dirinya dan memberinya pengalaman dalam hidupnya. Cara lain mengajarkan anak mencintai Allah dengan memperlihatkan ciptaanNya yang terdapat pada dirinya atau pada alam sekitar. Ajak anak pergi berdarmawisata. Katakan padanya keindahan alam itu ciptaan Allah SWT. Jika anak merasa kegum dan takjub pada ciptaan Allah timbul rasa cinta pada Allah. Seorang yang telah mencintai Allah di akan menuruti segala perintah Allah yang ia cintai itu. Diantara sekian banyak perintah Allah yang utama ialah megerjakan shalat Wajib lima waktu sehari semalam. Kewajiban mengerjakan shalat sebagai bukti seorang hamba mensyukuri nikmat Allah yang telah ia peroleh. Shalat merupakan sarana seorang hamba bermohon pada Allah. Doa semua makhluk didengar Allah. Demikian pula dengan do’a tulus seorang anak. Doanya akan didengar Allah. Mengajarkan anak shalat hindari cara-cara ancaman. Misalnya : “ Jika kau tidak shalat nanti kau dimasukkan dalam neraka. Disiksa Allah dalam kubur.” Dan ancaman lainya. Dalam kehidupan keseharian anak, Allah SWT diperkenalkan sebagai maha pengasih lagi maha penyayang sehingga dalam persepasi anak Allah sosok yang sangat baik dengan sifat-sifat baiknya seperti maha pengampun, maha pemberi, maha pemaaf dan sebagainya. Sifat-sifat tersebut harus ada pada diri manusia agar disayang Allah. Syarat utama disayang Allah, patuhi perintahnya jauhi segala laranganya. Semua larangan Allah semata-mata untuk kebaikan manusia. Allah SWT melarang mencuri karena mencuri itu merugikan orang lain. Allah menyuruh hambanya berbuat baik sesamanya karena kebaikan itu membuat kehidupan menjadi damai. Orangtua muslim dapat belajar dari kisah Luqman dalam mendidik anak-anaknya mencintai Allah. Luqman menasehati anaknya agar jangan mempersekutukan Allah. Ini ajaran tahuid yang harus di tanamkan pada setiap anak-anak muslim. Setelah seorang anak mencintai Allah. Ia harus mencintai Rasulullah SAW. Luqman memerintah akan agar berbakti kepada ibu bapaknya, karena ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah tambah dan menyapihnya dari menyusui dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada Allah dan kepada kedua orang tua. Hanya kepada Allah lah manusia kembali. Luqman memberitahu anaknya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu di langit atau dalam bumi, niscaya Allah akan membalasnya. Selain itu Luqman berpesan kepada anaknya jangan sombong dan membanggakan diri. Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.  | halqah | Nov 24, '07 10:59 PM for everyone |
| Start: | Nov 24, '07 11:00p | | End: | Nov 25, '07 |
sister..jangan lupa kit halqah hari selasa jam 7 pagi.. jangan telat yo.. nanti.... Penulis : Aa Gym Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan berumahtangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan bahagia. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan, kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan, tak jarang diakhiri dengan kenistaan, perceraian, dan juga derita. Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan. Ada beberapa indikasi yang bisa mengantarkan keluarga menjadi keluarga yang bahagia. Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud, keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia. Terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga. Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis bahwa semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu, kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaannya saling menasihati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Apabila sebuah keluarga mulai saling menasihati, maka keluarga bagaikan cermin yang menjadikan keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita. Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita menjadi keluarga yang menjadi cahaya kebahagiaan. Selalu menjadikan keluarga sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita lakukan, niscaya keridhaan Allah bersama kita. Aamiin. Wallahu a'alam. Bilik @ KotaSantri.com  | Guestbook | |
 |
syuhdaislam wrote on Oct 16, '08, edited on Oct 16, '08 Assalamu'alaikum teh...
" Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wajama’a bainakuma fi khair.." ;-)
Moga karunia dan Berkah Allah slalu tercurah untuk keluarga yg mulia ini.. Selamat yaa teh...Walimahan Kmaren gak bisa dateng..Afwan jiddan.. Salam aja bt Aa.. ditunggu mujahid dakwah berikutnya..;-) AllahuAkbar.... |
 | Assalamualaikum... Akhirnya bisa tukar nemu cara share ilmu dari tempat lain semoga bisa bermanfaat |
 | wah saya baru tau blog nya teteh,teh ieu abi tatanggi anu praktikum na teu tiasa wae he.. |
 |
myaie wrote on May 6, '08 |
 |
candatawa83 wrote on Mar 28, '08, edited on Mar 28, '08 Assalamu'alaikum wr wb ada link halqoh di sekitar IAIN RADEN FATAH PALEMBANG ga ya?tolong informasikan ya...ke email ku aja candatawa83@yahoo.com. Jazakillah khairan ya Ukhti |
 | Semoga menjadi amal shaleh dan Kehidupan Islam akan cepat hadir karenanya.Amien. |
 | Assalamu alaikum, Salam memberkah langit untuk ukhtifillah.
jazaakillaah bi ahsanil kirom sudah nge-add ana. semoga temali ukhuwah tetap terlekat. semoga barakahNya selalu memerciki kehidupan kita dengan rindang keteduhanNya. allahumma Ya Allah... amin
sahabatbarumufillah... Mohammad Fatih Indragiry |
 | assallamu'alaikum ya ukhti a mau mintak hadizt yang mengenai cadar dunk?? dan hukum nya apa, tau g?? jangan setengah-setengah biar orang-orang tau juga, karena itu juga banyak yang kurang paham. dan parahnya lagi mereka dikatakan exstrem..astagfirullah ya ukhti.. sungguh mereka berbicara tanpa ilmu dan semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa mereka. jazakallahu khiron ya ukhti |
 | okey...tenang aja...tetep setia aja terus di halqah.multiply.com
|
 | Assalamu'alaikum... kunjungan balik yeuuhhh..
salam kenal oge ti abdi, USA urang Sunda Aseli ^_^ |
 | mauuuuww.. kasih tau dounk..apa sih islam yang komplex itu.. oia,tampilin donk trik nyari suami yang soleh..heehee.. |
| |